sahabat

0

kita tidak pernah tahu mengapa kita bisa bertemu, belajar mengenali diantara kita, mencoba untuk memercayai sesama hingga kita tidak pernah tahu kapan kita membuat kesepakatan untuk menjadi sahabat. sahabat bukanlah sebuah kesepakatan tetapi hanya rasa memercayai. aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung karena aku pernah bertemu denganmu, bisa belajar banyak darimu dan mencoba terus bisa menjadi sahabat bagimu walau terkadang aku tahu mungkin aku tidak pantas menjadi sahabatmu.
sahabat, terkadang sahabat juga butuh perhatian sahabatnya, tapi jauh dari semua itu sahabat lebih senang melihat sahabatnya bahagia walau dia sedang benar-benar membutuhkan tapi dia tidak mengatkannya. sahabat terkadang ingin pergi jauh dari sahabatnya bukan karena ia tidak ingin bersahabat lagi tapi karena ia merasa sudah sangat bahagia bisa melihat sahabatnya baerhasil dan bahagia walaupun di dalam hatinya ia juga ingin mengulang kebersamaan mereka dulu tapi ia tidak mengatakannya karena dia merasa akan membuat sahabatnya tidak lagi bahagia. sahabat akan membawa sahabatnya kemanapun ia pergi, merasa bahwa sahabatnya bisa terus berada didekatnya. ada banyak hal yang disimpan seorang sahabat kepada sahabatnya, sahabat tidak akan marah jika orang yang dianggap sahabat tidak peduli dengannya kalaupun ada rasa kecewa tidak akan pernah diperlihatkan olehnya.
persahabatan
aku bersyukur bisa bertemu denganmu, mengenalmu dan bisa belajar untuk menjadi sahabat bagimu

Galau…? Allah tetap bersama kita

2

kita sering merasa bahwa kita ini sendiri, tidak ada yang memperhatikan kita. saya juga sering merasa seperti itu, tapi jika kita tinjau lagi, kita tidaklah sendiri, kita harus yakin bahwa kita tidaklah sendiri. Katakanlah kepada hatimu, Tuhan selalu bersamaku. Tuhan tidak mungkin tega melihat kita yang sedemikian rupa, Tuhan akan menolong kita, Dia dengan ikhlas akan menolong kita, tidak sekarang mungkin nanti akan tetap ada waktunya, percayalah hanya Tuhan lah yang mengerti keadaan kita, apa yang ada di dalam hati kita. Tuhan selalu mengerti kita walaupun terkadang kita kerap kali mengacuhkannya tapi Dia senantiasa berada bersama kita apapun kondisi kita.

[QS 2:186]:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

SEKEDAR MOTIVASI

0

Memberi itu mungkin sangat berat bagi kita, kita selalu memperhitungkan apakah setelah kita memberi kita akan dapat balasan dari apa yang kita berikan tersebut, termasuk rasa cinta. Mungkin kita sering berkata mengapa harus aku yang mencintai, tapi percayalah, semua itu tidak akan pernah sia-sia. Tuhan telah berjanji bahwa Dia akan membalas apapun yang kita lakukan, mungkin tidak sekarang, mungkin nanti kepada anak kita, atau kepada cucu kita.
Mencintai seseorang tidak lah salah, Tuhan memberikan kita rasa kasih sayang diantara sesama. Kehidupan ini bukanlah ajang untuk menyakiti orang lain tapi untuk saling memberi, memberi cinta dan kasih sayang antarsesama. Percayalah suatu saat nanti kita akan mendapatkan balasan itu,,

DAFTAR PUSTAKA ALL

2

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Hiskia. 2001. Kimia Larutan. Bandung: Cintra Aditya Bakti.
Anonim. 2006. Larutan Kimia. Diunduh dari http://wikipedia.org/larutan-kimia. pada hari minggu, 15 april 2012. Di UPT Pustik.
Anonim. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi. Diunduh di http://datachem.blogspot.com/2011/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-laju. Pada hari rabu, 9 mei 2012. Di UPT Pustik.
Bresnick, Stephen. 2002. Kimia Umum. Jakarta: Hipokrates.
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Cotton, Wilkinson. 2007. Kimia Organik Dasar. Jakarta: UI Press. Baca lebih lanjut

KOLOID DAN SENYAWA KARBON I

0

ACARA VII
KOLOID DAN SENYAWA KARBON 1

A.PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum :
– Untuk mempelajari pembuatan koloid dengan cara kondensasi.
– Untuk mempelajari pembuatan koloid dengan cara dispersi.
– Untuk menetahui jenis koloid (emulsi).
– Untuk mempelajari sifat adsorpsi koloid.
– Untuk mempelajari reaksi penyabunan dan pembuatan sabun.
– Untuk mempelajari denaturasi protein.
Waktu praktikum :
Kamis, 22 Maret 2012
Tempat Praktikum :
Laboratorium Kimia Dasar I, lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

B. LANDASAN TEORI
Koloid adalah sistem dispersi. Sistem dispersi atau sistem sebaran adalah suatu sistem yang menunjukan bahwa suatu zat terbagi halus dengan zat lain. Zat yang terbagi atau didispersikan disebut fase terdispersi, fase intern, atau fase diskontinu, sedangkan zat yang digunakan untuk mendispersikan disebut fase pendispersi, fase ekstern, atau fase kontinu. Baca lebih lanjut

KINETIKA KIMIA

2

ACARA VI
KINETIKA KIMIA

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum :
Menentukan pengaruh katalis terhadap laju reaksi.
Waktu Praktikum :
Kamis, 10 Mei 2012
Tempat Praktikum :
Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

LANDASAN TEORI
Bidang kimia yang mengkaji kecepatan, atau laju, terjadinya reaksi kimia dinamakan kinetika kimia (Chemical Kinetics). Kata “kinetik” menyiratkan gerakan ata perubahan; yang telah didefinisikan sebagai energi yang tersedia karena gerakan suatu benda. Disini kinetika merajuk pada laju reaksi (reaction rate), yaitu perubahan konsentrasi reaktan atau produk terhadap waktu (m/s). Kita telah mengetahui bahwa setiap reaksi dapat dinyatakan dengan persamaan umum
Reaktan produk
Persamaan ini memberitahukan bahwa, selama berlangsungnya suatu reaksi, molekul reaktan bereaksi sedangkan molekul produk terbentuk. Sebagai hasilnya, kita dapat mengamati jalannya reaksi dengan cara memantau menurunnya konsentrasi reaktan atau meningkatnya konsentrasi produk.
A B
Menurunnya jumlah molekul A dan meningkatnya jumlah molekul B seiring dengan waktu. Secara umum, akan lebih mudah apabila kita menyatakan laju dalam perubahan konsentrasi terhadap waktu. Jadi untuk reaksi diatas kita dapat menyatakan laju sebagai:
Laju = – (∆[A])/∆t atau laju = (∆[b])/∆t
Dengan ∆[A] dan ∆[B] adalah perubahan konsentrasi (dalam molaritas) selama waktu ∆t. Karena konsentrasi A menurun selama selang waktu tersebut, ∆[A] merupakan kuantitas negatif. Laju reaksi adalah kuantitas positif, sehingga tanda minus diperlukan dalam rumus lau agar lajunya positif. Sebaliknya, laju perubahan produk tidak memerlukan tanda minus sebab ∆[B] adalah kuantitas positif (Chang, 2005: 30). Baca lebih lanjut

REAKSI REDOKS DAN SEL ELEKTROKIMIA

7

ACARA V
REAKSI REDOKS DAN SEL ELEKTROKIMIA

A.PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum :
-Mengamati terjadinya reaksi redoks.
-Untuk mempelajari sel elektrokimia, dalam hal ini megamati terjadinya elektrolisis.
Waktu Praktikum :
Kamis, 3 Mei 2012
Tempat Praktikum :
Laboraotium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPa, Universitas Mataram.

B.LANDASAN TEORI
Reduksi adalah penerimaan elektron atau penurunan bilangan oksidasi, sedangkan oksidasi adalah pelapasan elektron atau peningkatan bilangan oksidasi.
Contoh reaksi reduksi:

Cu2(aq) + 2e- Cu(s)

Contoh reaksi oksidasi:

Zn(s) Zn(aq) + 2e-

Setiap reaksi redoks merupakan pasangan reaksi reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Jadi, reaksi redoks adalah reaksi yang di dalamnya terjadi serah terima elektron antarzat, atau reaksi yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi unsur. Contoh reaksi redoks sebagai berikut (Sutresna, 2007: 42): Baca lebih lanjut