ANALISIS KUANTITATIF

ACARA IV
ANALISIS KUANTITATIF: ASIDIMETRI DAN ALAKALIMETRI

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum :
Mengetahui cara pembuatan larutan baku primer asam oksalat 0,05M.
Menentukan konsentrasi larutan NaOH dengan larutan baku primer assam oksalat.
Menentukan konsentrasi larutan HCL dengan larutan NaOH.
Waktu Praktikum :
Kamis, 26 April 2012
Tempat Praktikum :
Laboratorium Kimia Dasar , Lantai III , Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

B.LANDASAN TEORI
Terdpat dua cara dalam menenetukan konsentrasi (kemolaran) suatu larutan. Cara pertama membuat larutan dengan konsentrasi tertentu, yaitu dengan menimbang zat secara tepat menggunakan pralatan akurat. Cara kedua menggunkan perkiraan jumlah zat yang terlarut dan perkiraan jumlah zat pelarut, kemudian konsentrasinya ditenetukan dengan metode titrasi. Titrasi adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi, zat yang ditentukan dititrasi oleh larutan yang konsentrasinyha diketahui dengan tepat dan disertai penambahan indikator. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut larutan baku atau larutan standar, sedangkan indikator adalah zat yang memberikan tanda perubahan pada saat titrasi berakhir yang dikenal dengan istilah titik akhir titrasi (Sutresna, 2003: 56).
Baku primer adalah senyawa-senyawa kimia stabil yang tersedia dalam kemurnian tinggi dan dapat digunakan untuk membakukan larutan baku yang digunakan dalam tirtasi. Titran seperti natrium hidroksida atau asam klorida tidak dapat dianggap sebagai larutan baku primer karena kemurniannya cukup bervariasi. Jadi, contohnya, larutan baku natrium hidroksida dapat dibakukan terhadap kalium hidrodgen flatat, yang memliki kemurnian yang tinggi. Lar8utan natrium hidroksida yang telah dibakukan (baku skunder) kemudian dapat digunakan untuk membakukan larutan baku asam klorida. Pada banyak titrasi, suatu indikator berwarna digunakan, meskipun metode elektrokimia untuk mendeteksi titik akhir jga digunakan. Suatu indikator merupakan asam lemah atau basa lemah yang berubah warna diantara bentuk terionisasi dan bentuk terionisasinya; rentang yang berguna sebagai suatu indikator adalah 1 pH pada kedua sisi nilai pKa nya. Sebagai contoh, fenolftalein (PP) pKa 9,4 (warnanya berubah antara pH 8,4 dan pH 10,4) mengalimi pengaturan ulang struktur karena satu proton dihilangkan dari salah satu gugus fenolnya seiring dengan meningkatnya pH dan hal ini menyebabkan perubahan warna (Watson, 2010: 71)
Titik ekivalen, sebagaimana kita ketahui, ialah titik pada saat jumlah mol ion OH- yang ditambahkan kelarutan sama dengan jumlah mol ion H+ yang semula ada. Jadi, untuk menentuka titik ekivalen dalam suatu titrasi, kita harus mengetahui dengan tepat berapa volume basa yang ditambahkan dari buret bke asam dalam labu. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini ialah dengan menambahkan beberapa tetes indikator asam-basa ke larutan asam pada saat awal titrasi. Titik akhir titrasi terjadi bila indikator berubah warna. Namun, tidak semua indikator berubah warna pada pH yang sama, jadi pilihan indikator untuk titrasi tertentu bergantung pada sifat asam dan basa yang digunakan (Chang, 2005: 141).
Asidimetri adalah analisis (volumetri) yang menggunakan asam sebagai larutan standar. Alkalimetri adalah analisis (volumetri) yang menggunakan alkali (basa) sebagai larutan standar. Analisis secara volumetri adalah analisis kimia kuantitatif yang dilakukan dengan menentukan banyaknya volume suatu larutan yang konsentrasinya telah diketahui dengan teliti yang bereaksi secara kuantitatif dengan larutan darai suatu zat yang akan ditentukan konsentrasinya. Larutan yang konsentrasinya telah diketahui dengan teliti, disebut larutan standar atau larutan lembaga, dimana larutan ini setiap liternya mengandung sejumklah gram ekivalen tertentu. Sedang banyaknya zat yang akan ditentukan dapat dihitung dari banyaknya volum larutan standar dengan hukum kimia biasa. Proses penambahan larutan standar ke dalam larutan yang kan ditentukan normalitasnya sampai terjadi reaksi yang sempurna disebut titrasi. Sedangkan larutan yang akan ditentuka normalitasnya disebut larutan yang dititrasi (Kokyum, 2011).

C. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
Alat-Alat Praktikum
Buret 50 ml
Corong
Erlenmeyer 250 ml
Gelas Kimia 250 ml
Gelas Ukur 50 ml
Klem
Pipet Tetes
Tiang Statif
Bahan – Bahan Praktikum
Aquades
Indikator Fenolftalein (PP)
Larutan Asam Oksalat 0,05 M
Larutan HCl 0,1 M
Larutan NaOH 0,1 M

D. PROSEDUR PERCOBAAN
Pembuatan Larutan Baku Primer Asam Oksalat 0,05 M
Asam Oksalat sebanyak 6,3035 gram ditimbang dengan teliti.
Dilarutkan dalam air (aqua dm) dalam labu takar 1000 ml.
Konsentrasi larutan = (6,3035)/126,070 x 1 M = 0,0500 M
Ditentukan konsentrasi larutan NaOH dengan larutan baku asam oksalat.
Standarisasi :
Buret yang telah bersih dibilas dengan larutan NaOH yang akan dipakai, sebanyak 3 kali @5 ml, lalu diisi dengan larutan NaOH 50 ml.
Ke dalam labu erlenmeyer (ukuran 250 ml) diisikan 20 ml larutan baku asam oksalat yang telah dibuat.
Ditambahkan 4 tetes larutan indikator fenolftalein.
Dicatat keadaan kolom dalam buret lalu diteteskan NaOH dari buret ke dalam larutan asam dengan hati-hati sampai terjadi perubahan warna; dari tak berwarna menjadi merah muda.
Dicatat keadaan akhir buret dan jumlah NaOH yang dipakai, ialah selisih antara keadaan semula dengan keadaan akhir buret.
Penentuan Konsentrasi Larutan HCl dengan Larutan NaOH
Dilarutkan HCl yang didapat (akan ditentukan), diencerkan dalam labu takar sampai 100 ml.
Dipipet 20 ml larutan HCl ke dalam labu titrasi 250 ml.
NaOH yang telah ditentukan terhadap larutan baku primer asam oksalat diisikan ke dalam buret.
Pengerjaan selanjutnya sama dengan titrasi NaOH terhadap larutan baku primer asam oksalat, hanya sebagai pengganti asam oksalat digunakan larutan HCl.

E. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).
F. ANALISIS DATA
Persamaan Reaksi
Alkalimetri
2NaOH(aq) + (COOH)2 (aq)  (COONa)2(aq) + 2H2O(l)
Asidimetri
HCl(aq) + NaOH(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)

Perhitungan
Konsentrasi asam oksalat
Diketahui : massa asam oksalat = 6,3035 gram
Mr asam oksalat = 126,070 gram/mol
Volume Larutan = 1000 ml = 1 liter
Ditanyakan : M asam oksalat = …..?
Jawab :
M = massa/Mr x 1000/V_larutan
= 126,070/6,3035 x 1000/1000
= 0,05 M
Jadi, konsentrasi larutan asam oksalat = 0,05 M

Konsentrasi NaOH
Diketahui : V asam oksalat = 20 ml
M asam oksalat = 0,05 M
V NaOH = 14 ml
Ditanyakan : M NaOH = …..?
Jawab :
Vasam oksalat x Masam oksalat x e = VNaOH x MNaOH x e
20 ml x 0,05 M x 2 = 14 ml x MNaOH x 1
2 = 14 x MNaOH
MNaOH = 2/14
= 0,14 M

Konsentrasi HCl
Diketahui : VHCl = 20 ml
VNaOH = 2,5 ml
MNaOH = 0,14 M
Ditanyakan : MHCl =….?
Jawab :
VHCl x MHCl x e = VNaOH x MNaOH x e
20 x MHCl x 1 = 2,5 x 0,14 x 1
20 MHCl = 0,35
MHCl = 0,35/20
= 0,0175 M

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum ini, yitu Analisis Kuantitatif Asidimetri dan Alkalimetri, kita akan mencoba mengetahui cara pembuatan larutan baku primer, menentukan konsentrasi larutan dengan cara titrasi dan mengetahui perbedaan anatra asidimetri dan alkalimetri.
Titrasi adalah metode penambahan suatu larutan dari bureat ke dalam suatu larutan untuk menentukan banyaknya tiap-tiap larutan yang bereaksi satu dengan lainya. Pada proses titrasi kita akan memperoleh namanya titik ekivalen dan titik akhir titrasi. Titik ekivalen, sebagaimana kita ketahui, ialah titik pada saat jumlah mol ion OH- yang ditambahkan ke larutan sama dengan jumlah mol ion H+ yang semula ada. Sedangkan titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna.
Pada percobaan pertama, yitu penentuan konsenterasi larutan NaOH dari larutan baku asam oksalat. Larutan baku asam oksalat digunakan sebagai larutan standar karena larutan ini mempunyai pH yang stabil. Pada saat larutan asam oksalat yang sebelumnya telah ditambahkan indikator PP dititrasi dengan larutan NaOH, setelah 14 ml tampak terjadi perubahan warna dari bening menjadi merah muda. Perubahan warna ini akibat penambahan larutan indikator fenolftalein (PP) karena suatu indikator merupakan asam lemah atau basa lemah yang berubah warna diantara bentuk terionisasi dan bentuk tak terionisasinya dan rentang yang berguna sebagai suatu indikator adalah 1 pH pada kedua sisi nilai pKa nya. Pda fenolftalein (PP) pKa 9,4 warnanya berubah antara pH 8,4 sampai 10,4 mengalami pengaturan ulang struktur karena suatu proton dihilangkan dari salah satu gugus fenolnya seiring dengan meningkatnya pH, hal inilah yang menyebabkan perubahan warna pada saat titrassi berlangsung. Perlu diketahui bahwa metode analisis (volumetri) yang menggunakan asam sebagai larutan standar, yang pada percobaan ini adalah larutan asam oksalat adalah metode asidimetri. Pada percobaan ini kita mendapatkan bahwa konsentrasi dari larutan NaOH adalah 0,14M.
Pada percobaan kedua, yaitu penentuan konsentrasi larutan HCL dari larutan baku skunder NaOH. Pada percobaan ini kita menggunakan metode alkalimetri, yaitu analisis (volumetri) yang menggunakan alkali (basa) sebagai larutan standar. Pada proses titrasi ini, digunakan larutan NaOH yang telah diketahui konsentrasinya pada percobaan pertama dan larutan HCL sebagai pengganti asam oksalat yang akan dicari konsentrasinya. Pada percobaan ini, setelah ditambahkan 2,5 ml NaOH ke dalam larutan HCl juga terjadi perubahan warna, karena sebelumnya juga telah ditambahkna larutan indikator fenolftalein. Perubahan warna yang terjadi ialah dari bening menjadi merah muda, pada saat inilah proses titrasi dihentikan. Pada percobaan ini diperoleh konsentrasi HCl adalah 0,0175M.
H. KESIMPULAN
Larutan asam oksalat digunakan sebagai larutan standar karena mempunyai nilai pH yang stabil dan memiliki kemurnian yang tinggi.
Larutan indikator digunakan dalam proses titrasi agar perubahan warna pada saat titik akhir titrasi dapat diketahui yang berarti proses titrasi harus dihentikan.
Asidimetri adalah analisis (volumetri) yang menggunaka asam sebagai laarutan satan dar sedangkan alkalimetri adalah analisis (volumetri) yang menggunakan alkali (basa) sebagai larutan standar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s