REAKSI ASAM BASA II

ACARA III
ASAM BASA II

A.PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum :
– Untuk mengetahui dan mempelajari cara mengukur pH larutan dengan pH meter.
Waktu Praktikum :
Kamis, 29 maret 2012
Tempat Praktikum :
Laboratorium Kimia Dasar I, lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

B.LANDASAN TEORI
Campuran antara larutan asam lemah dengan garamnya atau basa lemah dengan garamnya disebut larutan buffer. Camouran ini dapat menahan perubahanpH bila larutan ditambahkan sedikit asam atau basa. Buffer dipakai untuk membuat larutan dengan pH tertentu, dan menjaga pH larutan. Besarnya pH larutan dapat ditetapkan dengan kalorimeter atau potensiometri. Prinsipnya dalah dengan menambahkan indikator tertentu pada larutan yang diselidiki dan membandingkan dengan warna larutan standar. Prinsip penetapan pH dengan kalorimeter sama hanya bedanya adalah cara membandingkan warna-warna dengan larutan standar. Ketetapan larutan pengukuran tergantung dari jenis larutan dan jenis pembanding. Kesukaran banyak terjadi pada pengukuran pH larutan garam dan protein pada konsentrasi tinggi, karena kekuatanion larutan sangat berpengaruh pada kesetimbangan indikator, selain itu juga pengukuran pH larutan-larutan berwarna harus ada cara tertentu untuk mengkopensi warna larutan (Sukardjo, 2002: 314).
Penambahan asam atau basa pada suatu buffer akan mengubah pH nya, tetapi perubahannya sangat kecil dan dapat diabaikan. Jika jumlah asam atau basa yang ditambahkan makin banyak maka perubahn pH nya tidak dapat diabaikan lagi. Jumlah asam atau basa yang dapat ditambahkan ke buffer sehingga pH nya relatif tetap disebut kapasitas buffer. Kapasitas buffer bergantug pada jumlah asam-garam atau basa-garam di dalamnya. Jika jumlahnya besar, pergeseran kesetimbangan ke kiri atau ke kanan dapat berlangsung banyak untuk mengimbangi asam/basa kuat yang ditambahkan, dan disebut kapasitasnya besar. Bila beberapa indikator dicampurkan akan menghasilkan perubahan warna dalam berbagai daerah pH. Indikator campuran ini disebut indikator universal, karena dapat menentukan pH larutan dalam berbagai nilai. Penentuan pH dengan indikator tidak begitu teliti, karena membandingkan warna cukup sulit dan relatif subjektif. Cara yang tepat harus dengan alat yang disebut pH meter, yaitu dengan mencelupkan elektroda ke dalam larutan yang akan diperiksa. Nilai pH larutan dapat dibaca langsung pada alat (Syukri 1999: 424-426).
Konsentrasi ion H+ dinyatakan dengan pH. Konsep pH diperkenalkan oleh ahli kimia Denmark, Sorensen. Huruf P ini berasal dari istilah potenz (Jerman), Purssance (Prancis), Power (Inggris). Definisi moddern dari pH didasarkan atas pengukuran Daya Gerak Listrik (DGL) suatu sel galvani/volta, yang terdiri dari sebuah elektroda indikator (elektroda kaca) dengan elektroda pembbanding (Ahmad, 2001: 199).
Di laboratorium ada beberapa cara berbeda untuk menentukan nilai pH, tergantung pada akurasi atau ketepatan yang diinginkan. Untuk pengukuran pH yang digunakan kertas indikator pH. Akan tetapi, untuk pengukuran yang lebih akurat, pH meter dan titrasi sangat diperlukan. Salah satu aplikasi dari pengukuran pH secara akuran adalah untuk menguji pH darah. pH darah normal berkisar antara 7,36-7,44 dan oleh karenanya diperlukan pengukuran pH yang lebih akurat untuk mendeteksi asam basa yang berbahaya untuk darah. Suatu peralatan elektronik yang disebut pH meter dapat digunakan untuk memperoleh pembacaan pH yang akurat hingga 0,01 pH unit, dalam waktu kurang dari 1 menit (Anonim, 2006).

C.ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
1. Alat-alat praktikum
– Gelas kimia 250 ml
– Gelas kimia 100 ml
– pH meter digital
2. Bahan-bahan praktikum
– Aquades
– Larutan buffer pH 9,2
– Larutan buffer pH 7
– Larutan NaCl 0,5%
– Larutan NaCl 1%
– Larutan NaOH 0,5M
– Larutan NaOH 0,75M
– Tisu
– pH stick

D. PROSEDUR PERCOBAAN
pH meter digital
1. pH meter dinyalakan dengan memutar tombol ON.
2. Disiapkan larutan buffer dengan pH 7, lalu pH larutan buffer diukur dengan mencelupkan elektroda ke dalamnya dan kemudian tombol kalibrasi diputar.
3. elektroda dibilas dengan aquades sebelum mengukur pH larutan buffer yang lainnya.
4. disiapkan larutan buffer dengan pH 9,2, lalu pH larutan buffer diukur dengan menccelupkan elektroda ke dalamnya dan kemudian tombol slope diputar untuk melakukan kalibrasi.
5. Elektroda dibilaas dengan aquades sebelumm mengukur pH larutan.
6. pH larutan diukur.
7. Diulangi langkah 2-6 untuk mengetahui pH larutan yang lain.
8. Dihitung pH larutan yang sudah dibuat dengan pH stik.
9. Semua hasilnya dicatat.

E.HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).

F.ANALISIS DATA
1.Gambar pH meter
Keterangan :
TEMP : Untuk mengatur / menetukan suhu.
CALIB : untuk mengkalibrasi pH
Off/PH : untuk menghidupkan atau mematikan alat serta menentukan fungsi yang akan digunakan
Slope : untuk mengkalibrasi buffer pH 4
Elektroda : penghubung alat dengan larutan
pH : mengetahui berapa pH yang didapat
2. Tabel perbandingan pH stik dan pH meter
pH NaCl 0,5% NaCl 1% NaOH 0,75 M NaOH 0,5 M
pH meter 7,92 8,35 11,55 1,60
pH stik 7 6 13 13

3. Perhitungan
a. pH NaOH 0,75 M
pOH = -log [OH-]
= -log [0,75]
= -log [7,5 x 10-1]
=1 – log 7,5
= 1 – 0,875
= 0,125
pH = 14 – pOH
= 14 – (1 – log 7,5)
= 13 + log 7,5
= 13 + 0,875
= 13,875
• pH NaOH 0,5 M
pOH = -log [OH-]
= -log [0,5]
= -log [5 x 10-1]
= 1 – log 5
= 1 – 0,69
= 0,31
pH = 14 – pOH
= 14 – (1 – log 5)
= 13 + log 5
= 13 + 0,69
= 13,69
b. pH NaCl
pH NaCl = 7 (bersifat netral)

G. PEMBAHASAN
pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH secara tepat. Alat ini tersusun dari sebuah voltmeter yang terhubung dengan dua buah elektrode yang dicelupkan ke dalam larutan. Perbedaan potensial listrik yang melalui elektroda adalah sebanding dengan pH. Maka setelah skala pH meter dikalibrasi, pH akan dapat dibaca secara langsung.
Pada percobaan praktikum yang telah dilakukan, kami menggunakan dua macam alat pendeteksi atau pengukur pH suatu larutan yaitu pH meter dan pH stik. Dari kedua alat yang kita gunakan, masing-masing mempunyai kelebihan dankelemahan. Kelebihan saat kita menggunakan pH meter adalah dapat mengukur pH suatu larutan secara tepat dan akurat sedangkan kelemahannya adalah proses kalibrasi sedikit lebih lama, hal tersebut dikarenakan jenis larutan buffer yang digunakan (pH 7 dan pH 9,2) telah sering dugunkan sehingga larutan tersebut mungkin telah terkontaminasi, serta kelemahan lainnya yaitu harus terhubung dengan arus listrik. Adapun kelebihan dari pH stik yaitu dalam mengukur pH suatu larutan tidak perlu melakukan pengkalibrasian sehingga waktu yang diperlukan untuk mengukur pH lebih singkat serta tidak perlu dihubungkan dengan arus listrik, sehingga besifat sederhana. Sedangkan kelemahannya yaitu hasil pengukuran pH tidak begitu akurat serta warna kertas uji dapat bersifat subjektif ketikak menentukannya.
Pada percobaan ini digunakan larutan buffer yang berfungsi untuk mempertahankan pH setelah dicelupkan elektroda pada larutan. Pada pengukuran larutan pH larutan NaOH dan larutan NaCl digunakan pH meter danpH stik diperoleh hasil yang tidak jauh berbada.
Jika dalam pengukuran didapat nilai pH suatu larutan 7 maka larutan ini bersifat netral, jika pH lebih dari 7 larutan bersifat basa, sedangkan pH kurang dari 7 larutan besifat asam. Pada pengukuran pH secara kasar biasanya dilakukan dengan kertas lakmus dengan perubahan warna yang bervariasi. Pengukuran pH dengan indikator ini mempunyai keterbatasan pada tingkat akurasi pengukuran, dan dapat terjadi kesalahan pengamatan warna. Pengukuran pH yang lebih akurat biasa dilakukan dengan pH meter yang sistemnya mempunyai tiga bagian yaitu elektroda referensi dan alat pengukur impedansi tinggi.
pH meter adalah alat yang digunakan unntuk mengukur pH suatu larutan. pH meter terdiri dari dua jenis yaitu pH meter digital dan analitik, akan tetapi pengukuran yang lebih akurat ialah dengan menggunakan pH meter digital.
H. KESIMPULAN
– pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH suatu larutan.
– Elektroda pH selalu dibilas dengan aquades untuk menghilangkan kontaminasi antara elektroda dan larutan buffer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s