REAKSI ASAM BASA 1

ACARA II
REAKSI ASAM BASA 1

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum :
Mempelajari cara pembuatan dan penggunaan ekstrak tumbuhan sebagai indikator penentu pH larutan.
Menentukan pH larutan dengan menggunakan kotak bjjerum dan melalui trayek perubahan warna.
Waktu Praktikum :
Kamis, 19 April 2012
Tempat Praktikum :
Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.
LANDASAN TEORI
Arrhenius mendefinisaikan asam sebagai zat yang larutannya di dalam air menghasilkan ion H+ dan basa zat yang larutannya dalam air menghasilkan ion OH-. Bronsted dan Lowry mendifinisikan asam sebagai zat yang dapat memberikan proton kepada zat yang lain, sedangkan basa ialah zata yang dapat menerima proton dari asam. Dan teori asam basa menurut Lewis adalah, basa ialah zat yang dapat memberikan pasangan elektron, sedangkan asam ialah zat yang dapat menerima pasangan elektron untuk membentuk ikatan kovalen koodinat (Sukardjo, 2002: 306-307).
Berdasarkan pengertian asam basa menurut Arrhenius, suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion OH-. Untuk mengetahui apakah suatu larutan mengandung ion H+ atau OH-, kita dapat mengujinya dengan kertas lakmus, yaitu kertas lakmus merah dan lakmus biru. Adanya ion H+ pada larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna), sedangkan adanya ion OH- dalam larutan dapat membirukan kertass lakmus (lakmus merah berubah warna menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna). Namun, pernyataan kekuatan asam atau kekuatan basa menggungakan [H+] atau [OH-] memberikan angka yang nilainya sanngat kecil dan cara penulisannya tidak sederhana. Untuk menghindari kesulitan-kesulitan yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan angka-angka yang tidak sederhana ini, pada tahun 1909, Soren Peer Lauritz Sorensen (1868-1939), seorang ahli biokimia dari Denmark mengajukan penggunaan istilah pH. Angka pH suatu larutan menyatakan derajat atau tingkat keasaman larutan tersebut. Nilai pH diperoleh sebagai hasil negatif logaritma 10 dari konsentrasi H+
pH= -log [H+]
analog dengan pH, untuk larutan basa berlaku
pOH= -log [OH-]
hal tersebut merupakan penjelasan tentang pengertian pH (Sutresna, 2003: 3-4).
Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat bereaksi dengan asam dan basa. Dengan indikator, kita dapat mengetahui suatu zat bersifat asam atau basa. Indikator juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan suatu asam atau basa. Indikator yang sering tersedia di laboratorium adalah kertas lakmus karena praktis dan harganya murah. Beberapa jenis tanaman dapat dijadikan sebagai indikator. Ada pula tanaman bunga yang menjadi indikator keasam basaan tanah tampat ia ditanam. Yaitu bunga hydrangea atau lebih dikenal dengan nam bunga panca warna. Bunga hydrangea ini akan berwarna biru jika ditanam di tanah yanga terlalu asam. Namun tidak semua bunga dapat dijadikan indikator. Hanya bunga-bunga tertentu yang dapat dijadikan indikator. Selain itu ekstrak bunga yang bisa dijadikan indikator pun tidak semuanya bisa dijadikan kertass lakmus. Hanya yang memiliki keawetan warna yang cukup saja yang bisa bdijadikan kertas lakmus. Indikator lakmus yang biasa dijumpai di laboratorium pun sebenarnya terbuat dari kertass lakmus yang direndam dalam ekstrak lumut kerak atau Lichenes. Namun untuk menguji suat zat yang asam dan bassa dibutuhkan dua jenis kertas lakmus; lakmus biru dan lakmus merah (Freaky, 2011).
Eksperimen untuk menentukan pH larutan dan penentuan titikk akhir titrasi diperlukan indikator asam basa. Indikator asam basa yang biasa digunakan di laboratorium diantaranya adalah metil jingga, fenolftalein, dan bromtimol biru. Indikator-indikator ini lazaim disebut indikator laboratorium. Namun, indikator-indikator laboratorium tersebut harganya mahal, sehiingga tidak semua sekolah dapat menyediakannya. Oleh karena itu perlu dacari indikator alternatif, yang mudah diperoleh namun mampu menggantikan fungsi indikator-indikator tersebut. Beberapa bahan alam yang dapt digunakan sebagai indikator bahan alaami yang telah diteliti dan memiliki potensi untuk menggantikan fungsi indikator laboratorium (Haryani).

C. ALAT DAN BAHAN
Alat – Alat Praktikum
Gelas kimia 250 ml
Gelas ukur 50 ml
Gelas ukur 100 ml
Kotak Bjjerum
Mortar
Penggerus
Spatula
Pipet volume 50 ml
Pipet tetes
Plat tetes
Rubber bulb
Sel percobaan
Tabung reaksi
Corong
Penggaris besi
Rak tabung reaksi
Bahan – Bahan Praktikum
Bunga sepatu
Etanol
Kertas saring
Larutan brom – kresol hijau
Larutan buffer asetat 20:80
Larutan buffer asetat 30:70
Larutan buffer asetat 40:60
Larutan buffer asetat 50:50
Larutan buffer asetat 60:40
Larutan buffer asetat 70:30
Larutan buffer asetat 80:20
Larutan CH3COOH 0,1M
Larutan HCl 0,1M
Larutan H3BO3 2%
Larutan Na2CO3 5%
Larutan NaCl 5%
Larutan NaHCO3 5%
Larutan NaOH 0,01M
Larutan NaOH 0,1M
pH stick

D. CARA KERJA
Pembuatan Ekstrak Tumbuh – Tumbuhan
Disediakan 3 bunga sepatu, kemudian dipotong – potong dan ditumbuk dengan mortar.
Hasil gilingan ditetesi dengan etanol secukupnya ( 5ml ).
Diaduk sedimikan rupa sehingga tercampur, kemudian disaring.
Skala pH
Disisapkan sederet larutan yang digunakan sebagai larutan baku ( deret baku ), diantaranya:
Larutan HCl 0,1M
Larutan CH3COOH 0,1M
Larutan asam borat 2%
Larutan NaCl 5%
Larutan NaOHCO3 5%
Larutan NaOH 0,01M
Penentuan Trayek Perubahan Warna
Diatas plat tetes, diteteskan beberapa tetes masing – masing larutan baku yang memiliki pH tertentu.
Kemudian masing – masing diteteskan 1 tetes cairan zat warna indicator.
Diukur Ph dengan menggunakan pH stick dan dicatat pH dan perubahan warna dari tetesan cairan yang diperiksa.
Pemakaian Ekstrak Tumbuh – Tumbuhan Sebagai Indikator
Larutan HCl 0,1M dan NaOH 0,1M disipakan.
Diteteskan 25 tetes larutan asam ke dalam tabung reaksi.
Ditambahkan 2 tetes ekstrak tumbuhan sepatu.
Diteteskan setetes – demi tetes larutan NaOH hingga berubah warna.
Penentuan pH Dengan Indikator
Diukur panjang awal dari kotak bjjerum dengan menggunakan penggaris besi.
Masing – masing bagian dari kotak bjjerum diisi dengan larutan NaOH 0,1M dan HCl 0,1M sebanyak 50ml.
Pada larutan asam dan basa tadi ditambahkan indicator Brom – kresol hijau 1% sebanyak 5 tetes.
Kedalam sel percobaan dimasukkan 25ml larutan buffer dan 5 tetes indicator brrom – kresol 1% ( dengan perbandingan buffer CH3COOHH:CH3COONa adalah 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, dan 80:20 ).
Dibandingkan warna larutan dalam sel percobaan terhadap warna dalam kotak bjjerum.
Ditandai tempat kotak bjjerum dimana warna larutan dalam kotak memiliki warna larutan yang sama sengan larutan dalam sel percobaan, kemudian diukur jara darai tiap kitak ke tempat sel.
Ph larutan diukur dengan menggunakan rumus.

E. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).

F. ANALISIS DATA
Pesamaan Reaksi

NaOH ¬(aq) + HCl (aq) NaCl (aq) + H2O(l)

Tabel Perbandingan Buffer Ion Asetat
ml ion asetat ml asam asetat
0,1M pH A B
20 80 4,03 4 21
30 70 4,15 5 20
40 60 4,35 7,7 19,3
50 50 4,50 9 16
60 40 4,82 13,5 11,5
70 30 5,04 16,5 8,5
80 20 5,08 17 8
Perhitungan
Diketahui : Ka = 1,8 x 10-5
Rumus = – log [Ka]
pH = pKa + loga/b
%eror = (|pH diketahuI-pH hasil perhitungan|)/(pH diketahu) x 100%

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian : pKa = – log [Ka]
= – log 1,8 x 10-5
= 5 – log 1,8
= 5 – 0,25
= 4,75
Larutan Buffer 20:80

Diketahui : Ph sebenarnya = 4,03
a = 4
b = 21

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log4/21
= 4,75 + log 0,19
= 4,75 + (- 0,72)
= 4,03

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(4,05-4,03)/4,05|x 100%
= |0,02/4,05|x 100%
= 0,00494 x 100%
= 0,494%
Larutan Buffer 30:70

Diketahui : Ph sebenarnya = 4,32
a = 5
b = 21

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log5/20
= 4,75 + log 0,25
= 4,75 + (- 0,6)
= 4,15

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(4,32-4,15)/4,32|x 100%
= |(o,17)/4,32|x 100%
= 0,039 x 100%
= 3,9%
Larutan Buffer 40:60

Diketahui : Ph sebenarnya = 4,50
a = 7,7
b = 19,3

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log7,7/19,3
= 4,75 + log 0,40
= 4,75 + (- 0,40)
= 4,35

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(4,50-4,35)/4,50|x 100%
= |0,15/4,50|x 100%
= 0,033 x 100%
= 3,33%
Larutan Buffer 50:50

Diketahui : Ph sebenarnya = 4,61
a = 9
b = 16

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log9/16
= 4,75 + log 0,56
= 4,75 + (- 0,125)
= 4,5

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(4,61-4,5)/4,61|x 100%
= |0,11/4,05|x 100%
= 0,024 x 100%
= 2,4%
Larutan Buffer 60:40

Diketahui : Ph sebenarnya = 4, 82
a = 13,5
b = 11,5

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log13,5/11,5
= 4,75 + log 1,17
= 4,75 + 0,068
= 4,818

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(4,82-4,818)/4,82|x 100%
= |0,002/4,82|x 100%
= 0,00041 x 100%
= 0,041%
Larutan Buffer 70:30

Diketahui : Ph sebenarnya = 5,00
a = 16,5
b = 8,5

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log16,5/8,5
= 4,75 + log 1,94
= 4,75 + 0,29
= 5,04

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(5,00-5,04)/5,00|x 100%
= |(-0,04)/5,00|x 100%
= 0,008 x 100%
= 0,8%
Larutan Buffer 80:20

Diketahui : Ph sebenarnya = 5,25
a = 12
b = 8

Ditanyakan : -pH = … ?
-%eror = … ?
Penyelesaian: Ph = pKa +log a/b
= 4,75 + log12/8
= 4,75 + log 2,125
= 4,75 + 0,33
= 5,08

%eror = |(pH sebenarnya-pH perhitungan)/(pH sebenarnya)|x 100%
= |(5,25-5,08)/5,25|x 100%
= |0,17/5,25|x 100%
= 0,032 x 100%
= 3,2%

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, kita akan membahas mengenai reaksi asam basa I. Praktikum reaksi asam basa I ini bertujuan untuk mempelajari cara pembuatan dan penggunaan ekstrak tumbuh-tumbuhan sebagai indikator penentu pH larutan, serta menentukan pH larutan dengan menggunakan kotak bjjerum dan melalui trayek perubahan warna. Pada praktikum ini, kita akan melakukan pembuatan ekstrak tumbuh-tumbuhan sebagai indikator, penetuan trayekk perubahan warna, pemakaian ekstrak tumbuh-tumbuhan sebagai indikator, dan penentuan pH dengan indikator.
Pada percobaan pertama, kita membuat ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk indikator. Pada percobaan ini kita menggunakan bunga sepatu, lebih tepat lagi mahkota bunganya karena pada mahkota bunga mengandung paling banyak zat pigmennya. Kemudian bagian ini dipotong kecil-kecil kemudian dihaluskan yang tuajuannya sendiri untuk memperkecil partikel sehingga luas permukaannya menjadi luas ketika ditetesi dengan etanol. Fungsi etanol sendiri adalah sebagai pengahantar agar hasil yang didapatkan dapat dibedakan dengan indikator universal. Kemudian ekstra tumbuh-tumbuhan tersebut yang telah ditambahkan diaduk karena dengan pengadukan akan mempercepat reaksi sehingga partikel-partikel saling bertumbukkan. Warna ekstrak bunga adalah ungu dan setelah ditetesi etanol menjadi ungu kehitaman.
Kemudian, kita menentukan trayek perubahan warna. Berdasarkan hasil praktikum ini, larutan HCL 0,1M berwarana merah tua, larutan asam borat 2% berwarna ungu muda, larutan NaCl 5% berwarna merah muda, larutan NaHCO3 5% berwarna hijau kehitam-hitaman, larutan Na2CO3 5% berwarna hijau pucat, dan larutan NaOH 0,01M berwarana hijau lumut. Adanya perbedaan warna yang signifikan ini membuktikan bahwa ekstrak bunga sepatu dapat digunakan sebagai indikator. Dalam percobaan ini menunjukan bahwa larutan asam menunjukan perubahan warna yang dominan pada ungu sampai merah darah dan basa didominasi oleh perubahan warna menjadi warna hijau.
Pada percobaan selanjutnya, pemakaian ekstrak tumbuhan sebagai indikator. Percobaan disini dilakukan dengan titrasi. Titras sendiri adalah metode penambahan suatu larutan ke dalam larutan lain untuk menentukan banyaknya tiap larutan yang saling bereaksi. Apabila saat titrasi dua macam larutan bereaksi dan terdapat kelebihan preaksi akan diperoleh titik netral dan titik akhir titrasi. Titik netral diperoleh pada saat harga pH sama dengan 7 dan titik akhir titrasi terjadi pada saat preaksisudah kelebihan dan ditandai dengan perubahan waran indikator yang digunakan. Hasil yang kami peroleh dari penggunaan indikator bunga sepatu menunjukan perubahan warna dari oranye menjadi bening setelah ditetesi 22 tetes NaOH 0,1M.
Selanjutnya mengenai penentuan pH dengan indikator, indikator yang digunakan adalah indikator brom-kresol hijau. pH sebenarnya adalah semakin tinggi perbandingan ml ion asetat, semakin besar nilai pH nya dan berdasarkan praktikum yang telah dilakukan juga menunjukan perubahan pH yang semakin besar. Hasil yang diperoleh ialah:
20 ml ion asetat : 80 asam asetat, pH= 4,03 dengan % error 0,494%
30 ml ion asetat : 70 asam asetat, pH= 4,15 dengan % error 3,9%
40 ml ion asetat : 60 asam asetat, pH= 4,35 dengan % error 3,33%
50 ml ion asetat : 50 asam asetat, pH= 4,5 dengan % error 2,4%
60 ml ion asetat : 40 asam asetat, pH= 4,818 dengan % error 0,0415%
70 ml ion asetat : 30 asam asetat, pH= 5,04 dengan % error 0,8%
80 ml ion asetat : 20 asam asetat, pH= 5,08 dengan % error 3,2%
Dari percobaan ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pH dan dapt dilihat pula bahwa % errornya sangat kecil sehingga dapat diakatakan bahwa percobaan yang dilakukan telah berhasil. Kesalahan yang kecil ini memeng sulit untuk dihindari karena percobaan dengan melihat warna bersifat subjektif sehingga masih terdapt kesalahan walaupun kesalahan itu relatif kecil.

H. KESIMPULAN
Alkohol (etanol) digunakan sebagai pelarut karena etanol sebagai penghantar agar hasil yang didapat berbeda dengan indikator universal.
Setiap jenis larutan indikator mempunyai trayek perubahan warna tertentu.
Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna indikator yang digunakan.
Bunga sepatu dapt digunakan sebagai indikator karena ekstraknya dapat memberikan perubahan warna yang signifikan.
Semakin tinggi perbandingan ml ion asetat 0,1M dan ml asam asetat 0,1M maka semakin bertambahnilai pH nya.

2 thoughts on “REAKSI ASAM BASA 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s