PEMBUATAN LARUTAN

ACARA I
PEMBUATAN LARUTAN

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum :
Untuk mempelajari dan melatih cara-cara pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu.
Waktu Praktikum :
Kamis, 29 Maret 2012
Tempat Praktikum :
Laboratorium Kimia Dasar I, lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

LANDASAN TEORI
Laruat adalah suatu campuran homogen dari dau zat atau lebih. Biasanya, gas atau zat padat larut dalam zat cair. Zat cair tempat senyawa larut adalah pelarut (solvent). Zat yang terlarut dalam zat cair adalah solute. Anggaplah suat larutan dibuat dengan melarutkan garam dan air. Garam adalah solute dan air adalah solventt. Molaritaas didefinisikan sebagai banyaknya mol solute yang dilarutkan dalam satu kilogram solvent. Jika dua mol, solute dilarutkan dalam satu kilogram solvent (air), molalitasnya addalah 2 molal. Molaritas merupakan suatu konsentrasi yang penting untuk menentukan sifat-sifat yang tergantung dari jumlah partikel dalam larutan. Larutan yang saling melarut adalah dua larutan nonpolar. Misal, karbon tetraklorida dan benzena yang membentuk larutan satu fase homogen (Brensnick, 2002: 57).
Satuan konsentrasi molaritas (M) sangat penting digunakan untuk menyatakan banyaknya zat yang terlarut. Molaritas (M) adalah banyaknya mol terlaruta yang terdapat daalm satu liter larutan. 1M NaOH artinya 1 mol NaOH atau 1×40 gram NaOH yang dilarutkan dalam 1 liter air. Di laboratorium tidak selamanya kita memerlukan 1 liter larutan, tetapi mungkin lebih kecil dari 1 liter, misalnya 100 ml, 50 ml, 10 ml, 5 ml (Suhendra, 2007:7).
Bedararkan fase zat setelah bercampur, maka campuran ada yang homogen dan ada yang heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang membentuk satu fase, yaitu mempunyai sifat dan komposisi yang sama antara satu bagian dengan bagian lain di dekatnya. Campuran homogen lebih umum disebut larutan. Contohnya air dan gula dan alkohol dalam air. Kebanyakan larutan mempunyai salah satu komponen yang besar itu disebut pelarut (solventt) dan yang lain disebut zat terlarut (solute) (Syukri, 2000: 351).
Sebagian reaksi kimia dan banyaknya sifat zat dikerjakan dalam suatu pelarut. Sifat pelarut yang sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan suatu studi. Bagi para ahli kimia organik, air merupakan pelarut yang paling penting, bnnamun banyak pelrut lain yang telah dicoba dan ternyata berguna (Cotton, 2007: 187).

ALAT DAN BAHAN
Alat-Alat Praktikum
Timbangan analitik
Labu ukur 50 ml
Sendok/spatula
Gelas arloji
Gelas kimia 50 ml
Pipet tetes
Pengaduk
2. Bahan-bahan parktikum
NaCl
NaOH
Aquades
Kertas label
Tisu

PROSEDUR PERCOBAAN
1. Dihitung berapa gram senyawa yang harus ditimbang berdasarkan tabel p[ada buku perunjuk praktikum.
2. Ditimbang sejumlah zat yang telah dihitung dengan timbang analitik.
3. Dilarutkan ke dalam labu takar 50 ml sejumlah zat yang telah ditimbang tadi denga aquades.
4. Diulamgi langkah 1 sampai 3 dengan menggunakangram senyawa yang lainnya yang telah dihitung.

HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).

ANALISIS DATA
1. Persamaan Reaksi
NaOH(s) + H2O(l) NaOH(aq) + H2O(l)
NaCl(s) + H2O NaCl(aq) + H2O(l)

2. Perhitungan
NaCl
% w/v = gram/(v (ml)) x 100%
0,5% = gram/(50 ml) x 100%
Gram = 0,25 gram

% w/v = gram/(v (ml)) x 100%
1 % = gram/(50 ml) x 100%
Gram = 0,5 gram

NaOH
M = gram/Mr x 1000/(v (ml))
M = gram/Mr x 1000/(v (ml))
0,75 = gram/40 x 1000/(50 ml)
Gram = 1,5 gram

M = gram/Mr x 1000/(v (ml))
0,5 = gram/40 x 1000/( 50 ml)
Gram = 1 gram

3. Tabel pengamatan
Kelompok Gr NaCl Gr NaOH %NaCl %NaOH
I 0,25 1,5 0,5 0,75
II 0,5 1 1 0,5

G.PEMBAHASAN
Praktikum kali ini membahas tentang cara pembuatan larutan, tujuan dari praktikum ini adalah untuk melatih cara-cara pembuatan dan mempelajari cara-cara pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Kompenen veriabel yang paling menentukan adalah konsentrasi. Konsentrasi adalah banyaknya mol terlartut yang terdapat dalam 1 L larutan.
Pada praktikum ini akan dibuat larutan dari dua jenis zat terlarut, yaitu NaCl, dan NaOH. Larutan yang akan dibuat adalah larutan-larutan NaCl dan NaOH dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Konsentrasi larutan yang akan dibuat telah diketahui konsentrasinya. Jadi, untuk memperoleh banyaknya gram zat terlarut yang akan digunakan, dapat digunakan rumus:
% w/v = gram/(v (ml)) x 100%
Gram = (%m/v x v(ml))/(100%)
M = gram/Mr x 1000/(v (ml))
Gr = (M .Mr .V(ml))/1000
Untuk menentukan gram NaOH digunakan rumus 2 karena diketahui konsentrasi dalam satuan molar (M). Gram NaOH yang didapat berdasarkan perhitungan adalah 1,5 gram untuk larutan NaOH 0,75M dan 1 gram untuk larutan NaOH 0,5M.
Untuk menghitung gram NaCl digunakan rumus 1 sehingga diperoleh hasil 0,25 gram untuk larutan NaCl 0,5% dan 0,5 gram untuk larutan NaCl 1%.
Berdasarkan hasil praktikum dapat dilihaat semakin besdar masa zat terlarut yang digunakan maka konsentrasi larutan akan semakin besar, karena konsentrasi larutan berbanding lurus dengan masa zat yang digunakan. Dalam pembuatan larutan harus beanr-benar teliti, karena akan mempengaruhi konsentrasi larutan. Persamaan molaritas menunjukan jumlah mol zat berbanding terbalik dengan volume larutan, sehingga masa zat berbanding lurus dengan volume larutan.

H. KESIMPULAN
Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Konsentrasi adalah banyaknya mol terlarut yang terdapat dalam 1 L larutan, akan tetapi dengan menggunakan rumus dapat dihitung mol terlarut dalam volume tertentu karena tidak selau kita memerlukan 1 L larutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s