PROFIL PEMAIN FILM HARRY POTTER

57

Daniel Jacob Radcliffe (lahir di London, Inggris, 23 Juli 1989; umur 21 tahun) adalah seorang pemeran Inggris yang dikenal dengan perannya sebagai Harry Potter. Daniel merupakan anak dari pasangan Alan Radcliffe dan Marcia Gersham. Dia meraih penghargaan sebagai aktor terbaik dari tahun 2003 hingga tahun 2006. Ia mulai memainkan karakter Harry Potter saat usianya masih 11 tahun. Karakter Harry Potter sendiri ia rasakan sangat mirip dengan karakter dirinya. Ia bermain dalam film Harry Potter bersama 2 rekan lainnya yang bernama Rupert Grint yang berperan sebagai Ron Weasley dan Emma Watson yang berperan sebagai Hermione Granger. Sejak ia bermain di film tersebut penggemar berbondong-bondong langsung menjadi fanatik Harry Potter terutama wanita. Baca lebih lanjut

Iklan

KESETIMBANGAN

0

ACARA V

KESETIMBANGAN

 

  1. A.      PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum            : Mempelajari reaksi kesetimbangan kompleks besi (III) – tiosianat.

Waktu praktikum            : Sabtu, 8 Oktober 2011

Tempat Praktikum           : Laboratorium Kimia Dasar I, lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas mataram.

 

  1. B.       LANDASAN TEORI

Kesetimbangan kimia dalah proses dinamis ketika reaksi kedepan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi pada arah yang berlawanan. Konsentrasi pada setiap zat tinggal tetap pada suhu konstan. Banyak reaksi kimia tidak sampai berakhir, dan mencapai satu titik ketika konsentrasi zat-zat bereaksi dan produk tidak lagi berubah dengan  berubahnya waktu. Molekul-molekul tetap berubah dari pereaksi menjadi produk dan dari produk menjadi preaksi, tetapi tanpa perubahan netto konsentrasinya (Stephen,2002 : 96). Baca lebih lanjut

PENENTUAN TETAPAN GAS DAN VOLUME MOLAR OKSIGEN

0

ACARA IV

PENENTUAN TETAPAN GAS DAN VOLUME MOLAR OKSIGEN

 

  1. A.      PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum                                  : 1. Untuk mempelajari cara penentuan tetapan gas dan volume molar oksigen.

2. Untuk mempelajari hokum-hukum gas seperti hokum Boyle, Charles, Gay-lussac, Dalton tentang tekanan parsial dan hokum Avogadro.

Waktu Praktikum                                  :  Rabu, 01 Oktober 2011

Tempat Praktikum                                 :  Laboraotium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

 

  1. B.  LANDASAN TEORI

Oksigen merupakan unsur nonlogam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Di alam unsure oksigen terdapat dalam keadaan bebas maupun berikatan dengan unsure-unsur lain (membentuk senyawa). Dalam keadaan bebas, oksigen berwudjud gas O2 yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Gas oksigen dalam atmosfer bumi menempati 21 % volume atmosfer atau 23,5 % berat atmosfer. Oksigen merupakan unsure yang mudah bereaksi dengan unsure-unsur lainnya kecuali dengan unsure-unsur gas mulia. Reaksi antara unsure atau zat lainnya disebut dengan reaksi oksidasi yang akan menghasilkan senyawa-senyawa oksida dan lainnya (Sunardi, 2006 : 71-72 ). Baca lebih lanjut

PENENTUAN MASSA ATOM RELATIF Mg

0

ACARA IV

PENENTUAN MASSA ATOM RELATIF MAGNESIUM

 

  1. A.      PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum       : Untuk menentukan massa atom relatif (Ar) dari logam Magnesium       (Mg).

Waktu Praktikum       : Sabtu,1 Oktober 2011

Tempat Praktikum      : Laboratorium Kimia Dasar , Lantai III , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam , Universitas Mataram.

 

B.LANDASAN TEORI

Massa atom relatif unsur-unsur yang dijumpai di alam dapat diperoleh sebagai rata-rata dari massa isotop setiap unsur,ditimbang berdasarkan fraksi kelimpahannya. Jika suatu unsur terdiri atas n isotop , isotop ke-i mempunyai massa Ai dan kelimpahan fraksi P1 , maka massa atom relatif rata-rata unsur tersebut di alam (massa atom relatif kimianya) ialah

A = A1P1+A2P2+…+AnPn =

Massa atom relatif nuklida mendekati tetapi (kecuali 12C) tidak tepat sama dengan nomor massanya. Massa atom relatif tidak memiliki satuan karena angka ini merupakan nisbah dari dua massa yang diukur , apapun satuan yang kita gunakan (gram, kilogram ,pound dan seterusnya). Spektrometri massa merupakan metode paling akurat bagi kimiawan untuk menentukan massa atom dan molekul relatif. Dalam spektrometer satu atau beberapa elektron diambil dari setiap atom atau molekul. Spesies bermuatan positif yang dihasilkan dinamakan ion, dipercepat oleh medan listrik kemudian dilewatkan ke medan magnet. Kelengkungan lintasan partikel tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya,sebagaimana pada eksperimen Thompson mengenai sinar katoda (elektron). Teknik ini menyebabkan spesies dengan massa yang berbeda dapat dipisahkan dan dideteksi. Sebagai contah , eksperimen  awal dalam spektrometri massa menunjukkan nisbah massa 16 : 1 untuk oksigen relatif terhadap hidrogen penegasan berdasarkan teknik fisik untuk reaksi yang semua dideduksi dengan landasan kimia (Oxtoby,2001:25-27). Baca lebih lanjut

TERMOKIMIA

0

ACARA III

TERMOKIMIA

 

  1. A.  PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum                   : 1. Untuk mempelajari perubahan energy pada reaksi kimia.

2. Untuk mengukur perubahan kalor dengan percobaan sederhana.

Waktu Praktikum                   : Sabtu, 12 november 2011

Tempat Praktikum                  : Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III Fakultas Matematika dan     Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram

  1. B.  LANDASAN TEORI

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan kalor (panas) dalam reaksi kimia. Kalor merupakan salah satu bentuk energi. Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Beberapa istilah dalm termokimia yang harus diketahui adalah sistem dan lingkungan. Sistem adalah sekumpulan elemen/unsur yang saling memengaruhi antara satu dengan yang lain. Misalnya tabung reaksi yang berisi larutan yang  bereaksi. Lingkungan adalah segala sesuatu diluar sistem. Hukum Thermo I: “energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun hanya bisa diubah menjadi bentuk energi lain”. Hukum ini juga menyatakan bahwa setiap sistem memiliki energi total (yang berasl dari energi kinetik dan energi potensial) yaitu yang disebut dengan U (energi dalam). Nilai absolut U tidak dapat dicari, namun perubahannya dapat dihitung ( ). Energi dalam hanya akan berubah jika ada perubahan dalam kalor (q) dan kerja (w). Seperti kalor, kerja juga merupakan salah satu bentuk energi. Kalor adalah energi yang ditimbulkan karena perubahan suhu. Kerja merupakan energi yang ditimbulkan karena gerakkan atom-atom dalam perpindahan benda. Menurut hukum ini,  = q + w ; w = -p d v. Nilai q positif jika menyerap kalor, negatif jika melepas kalor. Nilai w positif jika lingkungan bekerja terhadap sistem, negatif jika sistem bekerja terhadap lingkungan. Jadi, dapat bernilai positif atau negatif bergantung pada nilai q dan w (Foliatini, 2008: 107-108). Baca lebih lanjut

REAKSI-REAKSI KIMIA

2

ACARA II

REAKSI-REAKSI KIMIA

 

  1. A.  PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum                   : 1. Untuk mengenal berbagai reaksi kimia.

2. Untuk menentukan stoikiometri reaksi.

Waktu Praktikum                    : Sabtu, 22 Oktober 2011

Tempat Praktikum                  : Laboratorium Kimia Dasar I, lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mtaram.

 

  1. B.  LANDASAN TEORI

Perubahan kimia yang ditandai dengan berubahnya satu zat menjadi zat lain, perubahan wujud, warna, dan bau merupakan cirri-ciri terjadinya reaksi kimia. Zat mula-mula disebut pereaksi dan yang terbentuk disebut hasil reaksi. Bidang kimia yang mempelajari aspek kuantitatif unsur dalam suatu senyawa atau reaksi disebut stoikiometri. Pereaksi dan hasil reaksi telah melahirkan hukum-hukum dasar kimia yang menunjukkan hubungan kuantitatif  itu, hukum tersebut adalah hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda. Hukum kekekalan massa dinyatakan oleh Lavoiser, yaitu “Pada reaksi kimia, massa zat pereaksi sama dengan massa zat hasil reaksi dan materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan”. Dalam versi modern yaitu, “Dalam reaksi kimia dapat dideteksi perubahan massa”. Hukum perbandingan tetap oleh Proust menyatakan, ”Pada suatu reaksi kimia, massa zat yang bereaksi dengan sejumlah tertentu zat lain selalu tetap”, atau “Suatu senyawa selalu terdiri atas unsur-unsur yang sama dengan perbandingan massa yang tetap”. Hokum perbandingan berganda oleh John Dalton menyatakan, “Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, maka perbandingan massa unsur yang satu, yang bersenyawa dengan unsur lain yang tertentu massanya, merupakan bilangan bulat dan sederhana (Syukri, 1999 :23). Baca lebih lanjut

PEMISAHAN DAN PEMURNIAN

8

ACARA I

PEMISAHAN DAN PEMURNIAN

 

  1. A.      PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum                 : Untuk mempelajari teknik pemisahan dan pemurnian suatu zat dari campurannya.

Waktu Praktikum                 : Sabtu, 15 oktober 2011

Tempat Praktikum                : Laboratorium Kimia Dasar I, lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mtaram.

 

  1. B.       LANDASAN TEORI

Campuran dapat dipisahkan dengan menggunakan berbagai macam metode. Metode-metode tersebut, yaitu pengayakkan, penyaringan, sentrifugasi, evaporasi, pemisahan campuran dengan menggunakan magnet, sublimasi, destilasi, corong pisah, dan kromatografi. Metode dekntir digunakan untuk memisahkan campuran yang penyusunnya berupa cairan dan padatan. Dalam hal ini, ukuran padatan cukup besar sehingga mengendap di bagian bawah cairan. Dekantir dilakukan dengan menuang cairan ke wadah lain secara hati-hati supaya padatan terpisah dari campuran. Untuk mempermudah proses dekantir, dapat digunakan pengaduk pada saat menuang cairan. Dengan demikian, cairan tidak mengalir keluar wadah dan dapat terpisah dari padatan dengan baik. Namun, metode ini tidak dapat memisahkan cairan dan padatan secara sempurna. Hal ini disebabkan kadang-kadang masih ada cairan yang tersisa dalam wadah semula. Bisa juga terjadi, sebagian padatan ikut masuk ke dalam wadah baru (Mikarjudin, 2007: 195). Baca lebih lanjut